Minggu, 07 Februari 2010

KONSEP DASAR SISTEM PERKEMIHAN

KONSEP DASAR SISTEM PERKEMIHAN
Sistem perkemihan terdiri dari :
Ginjal
Ureter
Vesika Urinaria
Uretra
a
GINJAL
Ginjal merupakan organ berpasangan dimana setiap ginjal memiliki ukuran sebagai berikut :
Berat 120 – 150 gram, Panjang 12 – 13 cm Lebar 5 – 7 cm ( seukuran kepalan tangan ).
Berbentuk seperti kacang buncis
Terletak pada T12 – L3 Retroperitoneal, pada aspek posterior abdomen, dextra – sinistra columna vertebralis.
Ginjal kanan terletak lebih rendah dari ginjal kiri karena ditekan oleh hati kebawah.
Pada sisi medial setiap ginjal merupakan daerah lekukan / cekung disebut Hilum yang merupakan tempat lewatnya arteri dan vena renalis, suplay saraf dan ureter.
Pada setiap ginjal terdapat unit fungsional yang disebut “ Nefron “.
Masing-masing ginjal terdapat sekitar satu juta Nefron yang secara makroskopis terdiri dari Glomerulus dan Tubulus, yang nantinya akan terlibat dalam proses pembentukan urin.
Jumlah nefron minimal dimana seseoarang masih dapat bertahan hidup adalah sekitar 20.000 / 1% dari massa nefron total, walaupun dengan susah payah.
Ginjal tidak dapat membentuk nefron baru. Oleh karena itu pada trauma ginjal, penyakit ginjal atau penuaan normal akan terjadi penurunan jumlah nefron secara bertahap.
Setelah usia 40 tahun, jumlah nefron yang berfungsi biasanya menurun kira-kira 10 persen setiap 10 tahun.
Berkurangnya fungsi ini tidak mengancam jiwa karena perubahan adaptif sisa nefron menyebabkan nefron tersebut dapat berfungsi dengan tepat.
Darah yang disuplai ke ginjal sekitar 1200 ml /menit atau sekitar 20 -25 % dari Cardiac output
Pembentukan urin dimulai dari filtrasi darah di Glomerulus. Jumlah darah yang difiltrasi oleh glomerulus dalam waktu tertentu disebut Glomerular Filtration Rate ( GFR ). Normal GFR sekitar 125 ml/menit, dan hanya 1 ml/menit dieksresi menjadi urine.
Fungsi utama Ginjal adalah :
Mengsekresikan sebagian besar produk akhir metabolisme tubuh.
Mengatur keseimbangan cairtan, elektrolit, asam, basa dan tekanan osmotik dalam tubuh.

URETER
Sebuah struktur berbentuk pipa (setebal tangkai bulu angsa ).
Panjang ureter ± 25 – 35 cm, diameter 0,5 cm.
Terletak sebagian dalam rongga abdomen ( pars abdominalis ) dan sebagian didalam rongga panggul ( pars pelvina ).
Dimulai pada pelvis menjalar ke bawah dinding posterior abdomen dibelakang peritoneum dextra dan sinistra, masuk ke dalam vesika urinaria.
Dinding ureter terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan mukosa, lapisan otot polos dan lapisan jaringan fibrosa.
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltik tiap lima menit yang bertujuan untuk mendorong air kemih ke dalam vesika urinaria

VESIKA URINARIA/ KANDUNG KEMIH
Aliran urine dari ginjal akan bermuara ke dalam kandung kemih.
Kandung kemih merupakan kantong yang dapat menggelembung seperti balon karet, terletak dibelakang symphisis pubis didalam rongga panggul. Bila terisi penuh kandung kemih dapat terlihat sebagian ke luar dari rongga panggul
Kapasitas urine yang dapat ditampung ± 100 – 150 ml ” 200 – 400 ml.
Fungsi vu adalah tempat penyimpanan urine yang bersifat temporer.
URETRA
Adalah pipa panjang mulai dari dasar vu sampai meatus uretra.
Panjang uretra Wanita : 17 – 22,5 cm Laki-Laki : 2.5 – 3,5 cm
Fungsinya adalah Menyalurkan air kemih dari vu keluar tubuh dan menyalurkan segmen/sperma
Uretra pada pria berjalan berkelok-kelok melalui tengah-tengah prostat kemudian menembus dua lapisan fibrous selanjutnya ke bagian penis.
Uretra pada laki-laki dibagi menjadi 3 bagian yaitu : Pars prostatica, Pars membranosa , Pars cavernosa
Uretra pada wanita terletak dibelakang symphisis pubis berjalan miring sedikit kearah atas. Muara uretra pada wanita terletak disebelah atas vagina antara clitoris dan vagina.
Uretra pada wanita berfungsi sebagai saluran ekstretori.

TANDA DAN GEJALA GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN
Tanda dan gejala gangguan / penyakit sistem urogenital dapat dilihat atau ditanyakan langsung pada klien, hal tersebut meliputi :
A. Frekwensi buang air kecil / bak ( miksi )
Poliuri ( sering miksi ).
Oliguri ( jumlah urine yang keluar kurang dari normal minimal urine keluar ± 400 cc.
Stranguri ( miksi sering tetapi sedikit – sedikit, lambat dan sakit )
Urgency (klien berkeinginan untuk miksi tetapi tidak terkontrol untuk keluar )
Nokturi ) klien terbangun tengah malam untuk miksi ).
Keraguan / kesukaran sewaktu memulai miksi.
Intermiten ( klien mengalami tempo berhenti arus urinenya selama miksi ).
Urine keluar secara menetes atau tidak memancar.
Incontinentia urine ( urine keluar dengan sendirinya tanpa disadari ).
B. Kelainan Miksi
Disuri ( ada rasa sakit sewaktu miksi )
Adanya rasa panas sewaktu miksi.
Hematuri ( adanya darah yang keluar bercampur dengan urine.
Piuri ( adanya nanah dalam urine )
Lithuri ( urine bersama batu kecil sewaktu miksi
KARAKTERISTIK URINE NORMAL
Warna
Variasi warna urine normal adalah kuning muda, kekuning-kuningan ,dan kuning gading.
Kejernihan
Urine dapat jernih atau transparan, dapat berubah menjadi gelap karena adanya endapan fosfat , asam urat serta pertumbuhan bakteri

Bau
Bau urine mempunyai aroma khas yaitu bau amonia.
PH
Ph netral = 7 dapat bervariasi antara 4,8 – 7,5
KOMPONEN URINE ABNORMAL
Bakteri ( Bakteriuria )
Darah ( Hematuria )
Glukosa ( Glukosuria )
Protein ( Protenuria )
Pus ( Pyuria )
Batu ( Lithuria )

SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar